Skip to content

Goresan Kerinduan …

18 Agustus 2010

Saudaraku ….. !!!

Diiringi musik mendayu, ku tengok jam yang menggantung di dinding. Pukul 00.12 WIB. Malam ini tepat 1 tahun  setelah kita berpisah. Biasanya saat ini kita masih berkumpul, ditengah kita terdengar canda dan tawa, ada pula yang serius membuat resume pelajaran tadi siang, bahkan ada pula yang tengah asik berkumpul dengan menikmati kopi panas di kantin. Namun kini kita telah jauh terpisah, kita kembali pada keluarga yang sangat menantikan dan mencintai kita.

Saudaraku …..!!!

Aku yakin, di relung hatimu pasti masih terselip kerinduan pada situasi yang tidak mudah untuk kita lupakan. Saat-saat dimana kita dapat menemui hakikat dari sebuah persahabatan. Sementara ini kita beranggapan bahwa persahabatan hanyalah sebuah wacana yang mampu mengisi kekosongan hati seseorang, tetapi lebih dari itu, persahabatan ternyata mampu memberikan pengayaan rohani kita. Kita lebih pandai mensyukuri rahmat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkumpulnya kita dalam satu komunitas yang sama, tempat yang sama, tujuan yang sama dan perjuangan yang sama … semua itu melahirkan kasih sayang yang sungguh-sungguh menakjubkan. Kita tidak saja disuguhi sebuah realita tetapi kita juga diajari bagaimana menyikapi realita itu dengan bijak dan proporsional. dan …. proprsionalitas itu tercermin dalam setiap tindakan kita, yang kemudian kita sebut semua itu dengan istilah ‘Etika’ dan ‘Moralitas’. Disanalah awal kemandirian dan pengabdian, tatkala seloroh dogma kita ikrarkan. Kita berjanji dan sepakat bahwa ‘Cinta’ di atas segalanya. Cinta terhadap pertiwi yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk mempersembahkan seonggok pengabdian, Cinta terhadap kesamaan dan kewarnaan karakter, seingga kita lebih dewasa dalam menyikapi setiap masalah dalam sebuah komunitas dan …. Cinta hakiki, yaitu cinta di atas semua kata cinta. Cinta terhadap ketentuan Illahi. Baca SelengkapnyaTuhan telah menentukan kita untuk menjadi pengabdi bagi pertiwinya, karena pengabdian terhadap pertiwi adalah jua sempalan pengabdian terhadap Tuhannya. Inilah sebetulnya kenapa leluhur kita bersikukuh memperjuangkan haknya dengan berani merobek kain berwarna biru yang menyertai kain berwarna merah putih di atas gedung Yamato.

Saudaraku ….!!!!!

Untuk berkumpul seperti kemarin adalah suatu hal yang sangat tidak mungkin, karena kita memiliki kewajiban masing-masing. Namun dalam malam ini, kutitipkan rasa cintaku dengan ikrar yang pernah kita kumandangkan setiap pagi hari. Kutitipkan nilai-nilai kebersamaan dan persahabatan yang pernah kita tautkan, kutitipkan jejak perjuangan kita. Jangan pernah kalian lupakan, bahkan seumur hidup kalian, bahwa kita pernah berjalan bersama tapaki jalanan suci nan indah.

Disini, kugoreskan kerinduanku pada kalian, malam ini … saat ini, pada situasi dan kondisi yang berbeda. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati kita semua. Amin.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: